Pages

Cara Membuat Hujan Buatan

Hasil gambar untuk cara kerja hujan buatan

Apakah kamu pernah mendengar istilah hujan buatan? Seperti apa sih sebenarnya hujan buatan itu? Apakah hujan buatan itu adalah hujan yang sengaja dibuat oleh manusia? Dan bagaimanakah proses terjadinya hujan buatan? Yuk, kita cari tahu…

Sebenarnya istilah hujan buatan bukan berarti pekerjaan membuat atau menciptakan hujan. Namun hujan buatan merupakan sebuah teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan dan mempercepat jatuhnya hujan. Agar bisa terbentuk hujan buatan maka diperlukan ketersediaan awan yang mempunyai kandungan air yang cukup, memiliki kecepatan angin yang rendah, serta syarat-syarat lainnya.

 Bagaimana Cara Membuat Hujan Buatan?
Pesawat sedang melakukan penyemaian awan untuk merangsang terjadinya hujan

Hujan buatan dibuat dengan cara menyemai awan dengan menggunakan bahan yang bersifat higroskopik (menyerap air) sehingga proses pertumbuhan butir-butir hujan di dalam awan akan meningkat dan selanjutnya akan mempercepat terjadinya hujan. Awan yang digunakan untuk membuat hujan buatan adalah jenis awan Cumulus (Cu) yang bentuknya seperti bunga kol. Setelah lokasi awan diketahui, pesawat terbang yang membawa bubuk khusus untuk menurunkan hujan diterbangkan menuju awan.

Bubuk khusus tersebut terdiri dari glasiogenik berupa Perak Iodida. Zat itu berfungsi untuk membentuk es. Pesawat juga membawa bubuk untuk “menggabungkan” butir-butir air di awan yang bersifat higroskopis seperti garam dapur atau Natrium Chlorida (NaCl), atau CaCl2 dan Urea.

Untuk bisa membentuk hujan deras, biasanya dibutuhkan bubuk khusus sebanyak 3 ton yang disemai ke awan Cumulus selama 30 hari. Oh iya, proses membuat hujan buatan ini belum tentu berhasil loh. Bisa saja gagal atau malah hujan buatannya jatuh di tempat yang salah padahal sudah memakan biaya yang besar dalam pembuatannya. Oleh karena itu, penyebaran bibit hujan harus memperhatikan arah angin, kelembaban dan tekanan udara.

Hujan buatan biasanya dibuat untuk membantu daerah yang sedang mengalami kekeringan, atau bisa juga dibuat untuk untuk pengisian waduk, danau, untuk keperluan air bersih, irigasi, pembangkit listrik (PLTA), juga antisipasi kebakaran hutan atau lahan dan kabut asap. Oh iya, karena hujan buatan ini adalah modifikasi cuaca, maka hujan buatan bisa terjadi kapan saja tanpa harus menunggu langit mendung. Dan juga tak perlu khawatir, karena air hujan buatan tidak jauh berbeda dengan hujan asli loh.



Quote:
 Bagaimana Cara Membuat Hujan Buatan?
Tahukah anda Hujan Buatan. Sejarah Hujan buatan di dunia dimulai pada tahun 1946 oleh penemunya Vincent Schaefer dan Irving Langmuir, dilanjutkan setahun kemudian 1947 oleh Bernard Vonnegut.Yang sebenarnya dilakukan oleh manusia adalah menciptakan peluang hujan dan “mempercepat” terjadinya hujan. Nama yang digunakan sebagai upaya “membuat hujan” adalah menjadi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). 
Nah, yang dilakukan oleh manusia pada TMC, adalah “mempengaruhi” proses yang terjadi di awan sebagai “dapur” pembuat hujan. Sehingga mempercepat peluang terjadinya hujan. 
Bahan untuk “mempengaruhi” proses yang terjadi di awan terdiri dari dua jenis yaitu : 
1. Bahan untuk “membentuk” es, dikenal dengan glasiogenik, berupa Perak Iodida (AgI). 
2. Bahan untuk “menggabungkan” butir-butir atmosphere di awan, dikenal dengan higroskopis, berupa garam dapur atau Natrium Chlorida (NaCl), atau CaCl2 dan Urea. 
 Bagaimana Cara Membuat Hujan Buatan?
 Bagaimana Cara Membuat Hujan Buatan?
Di Indonesia, upaya “hujan buatan” ini diperlukan untuk : 
1. Antisipasi Ketersediaan Air, misal pengisian waduk, danau, untuk keperluan atmosphere bersih, irigasi, pembangkit listrik (PLTA). 
2. Antisipasi Kebakaran hutan/lahan, kabut asap
1. Proses Hujan Buatan : 
Sifat awan yang menyebabkan hujan oleh manusia digunakan untuk membuat hujan buatan. Dalam mempercepat hujan, orang memberi zat higroskopis sebagai inti kondensasi (perak dioksida, kristal es, es kering atau CO2 padat). Zat-zat tersebut ditaburkan ke udara dengan menggunakan pesawat terbang. Pembuatan hujan buatan disebut sebagai suatu proses pemodifikasian awan dengan menggunakan bahan-bahan kimia, terutama NaCl (garam dapur).

Kemarau panjang seperti yang kita alami sekarang memerlukan usaha untuk menghadapi tantangan iklim. Kemarau panjang menyebabkan tanah kering, atmosphere sulit diperoleh, sungai mengering sedangkan angin menerbangkan debu-debuan. Tantangan iklim berupa kelangkaan hujan akibat kemarau panjang dapat dilakukan dengan teknologi tinggi berupa hujan buatan. Cara ini tak bisa terus dilakukan sembarangan karena biayanya terlalu mahal. Hujan buatan hanya ditempuh bila keadaan memang keadaan demikian kritis. Apalagi usaha untuk melakukan hujan buatan ini terkadang hasilnya tepat dan terkadang meleset atau tak sesuai dengan yang diharapkan.
Para ahli yang mengetahui terbentuknya awan, terjadinya kondensasi, presipitasi dan lainnya sangat membantu untuk melakukan usaha dan percobaan dalam memodifikasi cuaca untuk mempercepat turunnya hujan. Dalam pembuatan hujan buatan mereka hanya melakukan usaha untuk mendorong dan mempercepat turunnya hujan atau berusaha agar uap atmosphere yang telah ada di udara berkondensasi dengan cepat sehingga pembentukan butir-butir atmosphere dapat segera berlangsung di awan. Pembentukan butir-butir atmosphere tersebut merupakan titik awalnya terjadi hujan.
Usaha ini dilakukan dengan menyebarkan zat kimia atau garam halus ke udara dengan bantuan pesawat terbang. Untuk tahap ini hujan yang diharapkan belum tentu akan turun, karena dilakukan proses lanjutan dengan menyebarkan butir-butiran besar di awan. Butiran tersebut akan bertumbukan dan bergantung dengan butir-butir atmosphere ini akan menjadi berat dan akan meninggalkan awan jatuh sebagai hujan.
Di daerah yang beriklim tropis, awannya dapat digolongkan dalam awan panas. Untuk mempercepat timbulnya hujan hanya dapat dilakukan melalui proses pembentukan awan panas secara alami.
2. Bahan-bahan kimia yang diperlukan 
Untuk mempercepat turunnya hujan buatan dengan memberi zat higroskopis sebagai inti kondensasi. Garam-garaman seperti NaCl dan CaCl2 dalam bentuk bubuk dengan hole 10-50 mikron, ternyata cukup higroskopis jika disebarkan di udara. Garam-garam itu di udara akan berperan sebagai titik pangkal pembentukan uap-uap atmosphere pada awan. Pembentukan butir-butir atmosphere juga dapat dilakukan dengan penyebaran garam-garaman tersebut.
Tindakan selanjutnya dapat digunakan bubuk urea. Penyebaran bubuk urea dilakukan beberapa jam setelah penyebaran garam-garaman tadi atau setelah tumbuh awan-awan kecil secara berkelompok pada beberapa beberapa tempat. Bubuk urea selain dapat membentuk awan lebih lanjut, juga bersifat endotermi (menyerap panas) yang sangat baik bila bereaksi dengan atmosphere atau uap air. Penyebaran bubuk urea di siang hari dapat mendinginkan lingkungan sekitarnya sehingga kelompok-kelompok kecil awan segera bergabung menjadi kelompok-kelompok besar.
Kelompok awan besar biasanya segera terlihat agak kehitam-hitaman artinya awan hujan telah terbentuk. Tindakan berikutnya adalah penyebaran larutan yang berkomposisi air, urea serta amonium nitrat dengan perbandingan 4 : 3 : 1 ke dalam kelompok-kelompok besar awan yang tampaknya hitam. Besarnya larutan yang disebarkan antara 50 u – 100 u dengan menggunakan peralatan mikron atmosphere yang dipasang di pesawat. Larutan ini cukup dingin yaitu sekitar 4° C, yang akan mengikat awan dan mudah meresap ke dalam awan, sehingga dapat mendorong pembentukan butir-butir atmosphere yang lebih besar karena berat butir-butir atmosphere tersebut akan turun dan menimbulkan hujan.
Garam-garaman yang telah disebarkan di udara punya sifat-sifat fisis tertentu, seperti NaCl dan CaCl2 bila bereaksi dengan atmosphere dapat mengeluarkan panas, sedangkan urea dapat menyerap panas. Karena itu waktu disebar di udara akan timbul reaksi sebagai berikut:
NaCl + H2O —- ion-ion + 910 K Cal (eksoterm)
CaCl2 + H2O — ion-ion + 915 K Cal (eksoterm)
Urea + H2O —- ion-ion – 425 K Cal (endoterm)
Sifat garam-garam tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut:
Sifat NaCl (garam dapur): berbentuk kristal, mudah larut dalam atmosphere (36 g/100 ml atmosphere daripada 20°C), dalam bentuk bubuk bersifat higroskopis, banyak terdapat di udara (dari atmosphere laut), campuran NaCl dengan es cair mencapai -20°C. Sedangkan CaCl2 adalah berbentuk kristal.
Garam dapur yang dimaksud bukanlah garam meja, tetapi adalah garam yang mempunyai sifat higroskopis yang jauh lebih besar daripada garam meja, sehingga garam meja tak dapat digunakan.
3. Perhitungan waktu yang tepat
Sebelum menyebarkan garam-garaman faktor-faktor klimatologi di daerah itu harus diperhitungkan. Penyebaran dilakukan pada ketinggian 4000-7000 kaki, dengan perhitungan faktor arah angin dan kecepatannya yang akan membawa awan ke daerah sasaran. Penyebaran NaCl dan CaCl2 hendaknya dilakukan pada pagi hari sekitar 07.30, dengan perhitungan karena pembentukan awan berlangsung pada pagi hari (dengan memperhatikan terjadinya penguapan).
Penyebaran bubuk urea biasanya dilakukan sekitar pukul 12.00, dengan perhitungan awan dalam kelompok-kelompok kecil telah terbentuk, sehingga memungkinkan penggabungan awan dalam kelompok besar. Kelompok awan besar yang dimaksud yang dasarnya tampak kehitam-hitaman.
Saat awan besar dengan dasar yang kehitam-hitaman terbentuk, sekitar pukul 15.00 dilakukan penyebaran larutan campuran yang telah dikemukakan di atas. Perhitungannya pada jam-jam tersebut awan telah terbentuk.
Perhitungan lainnya yang harus diperhatikan adalah faktor cuaca yang memenuhi persyaratan, yaitu yang mengandung uap atmosphere dengan kelembapan minimal 70%. Kelembapan harus memadai sehingga waktu inti kondensasi (NaCl dan CaCl2) disebarkan akan segera terjadi kondensasi. Kecepatan angin juga di daerah itu sekitar 10 knots dan tak terdapat lapisan inversi di udara.
Jadi kesimpulannya untuk mempercepat turunnya hujan buatan dengan memberi zat higroskopis sebagai inti kondensasi (garam-garaman NaCl dan CaCl2) pada waktu yang tepat.
Kemarau panjang yang menimpa Indonesia khusunya Jawa Timur, berdampak kekeringan dengan sulitnya mencari air minum. Hal ini disebabkan sumur-sumur mengering. Karena berbagai sebab itulah pemerintah berencana membuat hujan buatan. Bagaimana proses atau cara untuk membuat hujan buatan ini ? Sebagian orang mengira bahwa hujan buatan adalah manusia membuat hujan dengan kepandaiannya atau dengan ritual khusus, padahal semua itu salah. Hujan buatan adalah hujan yang dibuat oleh campur tangan manusia dengan membuat hujan dari bibit-bibit awan yang memiliki kandungan air yang cukup, memiliki kecepatan angin rendah yaitu sekitar di bawah 20 knot, serta syarat lainnya. Ujan buatan dibuat dengan menaburkan banyak garam khusus yang halus dan dicampur bibit / seeding ke awan agar mempercepat terbentuknya awan jenuh. Untuk menyemai / membentuk hujan deras, biasanya dibutuhkan garam sebanyak 3 ton yang disemai ke awan potensial selama 30 hari. Hujan buatan saja bisa gagal dibuat atau jatuh di tempat yang salah serta memakan biaya yang besar dalam pembuatannya.Awan yang dijadikan sasaran dalam kegiatan hujan buatan adalah jenis awan Cumulus (Cu) yang aktif, dicirikan dengan bentuknya yang seperti bunga kol. Awan Cumulus terjadi karena proses konveksi.

Awan Cumulus terbagi dalam 3 jenis, yaitu: Strato Cumulus (Sc) yaitu awan Cumulus yang baru tumbuh ; Cumulus, dan Cumulonimbus (Cb) yaitu awan Cumulus yang sangat besar dan mungkin terdiri beberapa awan Cumulus yang bergabung menjadi satu.

Jenis awan Cumulus (Cu) yang bentuknya seperti bunga kol, merupakan jenis awan yang dijadikan sebagai sasaran penyemaian dalam kegiatan hujan buatan

Ada beberapa metode untuk menyemai bahan semai kedalam awan . Yang paling sering dan biasa dilakukan adalah menggunakan pesawat terbang. Selain menggunakan pesawat terbang, modifikasi pesawat terbang juga dapat dilakukan dari darat dengan menggunakan sistem statis melalui wahana Ground Base Generator (GBG) pada daerah pegunungan untuk memodifikasi awan-awan orografik dan juga menggunakan wahana roket yang diluncurkan ke dalam awan.

Di Indonesia, sejak tahun 1998 BPPT dan PT. INCO bekerja sama dengan perusahaan dari Amerika memakai metode penyemain awan dengan teknologi flare perak iodida.

Dengan teknologi ini, pesawat yang dibutuhkan untuk menemai awan tidak perlu besar, cukup pesawat kecil yang dilengkapi dengan 24 tabung flare perak iodida yang di pasang di sayap pesawat terbang dan bak peluncur roket.

Setelah posisi awan, arah dan keepatan angin diketahui pesawat pun menuju awan potensial dan flare pun mulai dinyalakan dengan mematik listrik otomatis dari kokpit pesawat. Setelah itu tinggal menunggu hasilnya. Jadi, hujan buatan bukan     100 % buatan manusia tanpa kehendak Allah. Bagiamanapun kepandaian manusia, tak dapat menandingi ciptaan Allah.

Penyusun Artikel
Nama Asep Subri
NIM A2.1600024


Sumber :
wikipedia
kaskus

5 Ciri- ciri Gunung Meletus dan Penjabarannya

Hasil gambar untuk ciri ciri gunung meletus


  • Normal
Tidak hanya gunung berapi saja yang menyandang status, namun beberapa bencana alam lainya pun mempunyai status- status tersebut.  Status yang paling aman adalah normal. Ketika berstatus normal, maka kondisi gunung berapi tidak mengalami peningkatan. Dalam kondisi ini gunung berapi masih normal dan tidak berbahaya.
  • Waspada
Status pada level kedua adalah waspada. Status ini berarti pada gunung berapi dijumpai aktivitas gunung apapun bentuknya. Beberapa aktivitas yang dimaksudkan antara lain terdapat kenaikan aktivitas yang melebihi batas normal, seperti aktivitas seismik dan juga kejadian- kejadian vulkanik (baca: gejala vulkanisme gunung berapi) lainnya. Aktivitas ini juga termasuk aktivitas magma (baca:pengertian intrusi magma) dan tektonik (baca: pengertian tektonik lempeng). Pada status ini maka yang harus dilakukan adalah memberikan penyuluhan pada masyarakat.
  • Siaga
Status yang lebih tinggi adalah siaga. Ketika berstatus siaga ini maka gunung berapi sudah menunjukkan proses ke arah letusan yang ditandai degan peningkatan seismik secara sigifikan dan telah mencapai semua syarat untuk terjadi letusan. Apabila trend seperti ini terus dan terus meningkat, maka biasanya letusan akan terjadi dalam kurun waktu sekitar 2 minggu. Ketika kondisi ini terjadi, maka upaya yang harus dilakukan adalah memberikan sosialisasi pada masyarakat yang berada di wilayah radius bahaya serta menyiapkan sarana darurat.
  • Awas
Status level yang tertinggi yang dimiliki oleh gunung berapi yang akan erupsi (baca: erupsi gunung berapi) adalah level awas. Ketika mempunyai status awas, maka gunung berapi berada pada tahap akhir dimana gunung akan segera meletus atau sedang meletus atau mempunyai dampak tambahan yang kemungkin menimbulkan bencana. Pada letusan pembukaan, biasanya ditandai dengan keluarnya debu dan juga asap yang sangat banyak dan letusan akan terjadi dalam kurun waktu 24 jam ke depan. Ketika berada di level ini maka upaya yang harus dilakukan adalah segera mengosongkan kawasan di sekitar gunung berapi (baca: dampak letusan gunung berapi) tersebut.

Ciri- ciri Gunung Meletus

Gunung berapi merupakan suatu jalan bagi isi perut Bumi (baca: inti Bumi) untuk dapat keluar. Gunung berapi akan mengalami erupsi (baca: erupsi eksplosif dan efusif) dalam satu periode. Periode gunung meletus atau erupsi berbeda- beda antara satu dengan yang lainnya. Dan ketika gunung akan meletus atau mengalami erupsi, maka gunung tersebut menunjukkan tanda- tanda gunung meletus. Tanda- tanda tersebut akan kita lihat secara fisik maupun menggunakan saat tertentu. Beberapatanda ciri- ciri dari gunung meletus antara l ain sebagai berikut:
  1. Temperatur gunung akan meningkat secara drastis
Ciri- ciri yang ditun jukkan oleh gunung yang akan meletus atau akan erupsi yang pertama adalah gunung akan mengalami kenaikan temperatus secara drastis. Gunung berapi mempunyai temperatur yang tinggi, namun ketika tiba- tiba gunung berapi mengalami kenaikan temperatur yang drastis, maka kita perlu waspada akan hal itu. Temperatur dari gunung berapi bisa diukur dengan suatu alat. Sebenarnya kenaikan suhu atau temperatur ini diakibatkan oleh pengaruh hawa panas yang dikeluarkan gunung akibat aktivitas magma yang meningkat di lapisan bawah kawah. Jarak antara permukaan Bumi (baca: bentuk permukaan Bumi) dengan magma semakin dekat, dan hal inilah yang menjadi penyebab kenaikan suhu sangat srastis bahkan hingga melewati batas normal.
  1. Sumber mata air mengering
Ciri- ciri gunung meletus yang selanjutnya adalah sumber mata air (baca: proses terjadinya mata air) yang ada di dalam tanah (baca: jenis tanah) menjadi kering. Hal ini terjadi karena suhu panas akibat aktivitas magma yang semakin meningkat dan mendekati permukaan Bumi. Bayangkan saja, suhu permukaan saja sudah semakin panas, lalu bagaimana lagi dengan suhu yang ada di dalam Bumi? Suhu di dalam Bumi tentu saja akan sangat lebih panas. Karena peningkatan suhu yang sangat tinggi ini akan membuat sumber air yang ada di dalam Bumi menjadi menguap, dan kemusian akan menjadi kering. Pada akhirnya hal ini akan membuat cadangan air yang ada di dalam tanah menipis dan bahkan akan habis.
  1. Sering terjadi gempa tremor
Ciri gunung berapi akan meletus selanjutnya adalah sering terjadinya gempa tremor. Gempa (baca:alat pendeteksi gempa) tremor merupakan gempa yang ditimbulkan dari gunung berapi tersebut. Gempa tremor ini terjadi karena akibat peningkatan aktivitas magma yang terdorong ke segala arah akibat adanya tekanan endogen yang begitu besar. Hal ini akan berakibat membuat lapisan batuan tertekan sehingga menimbulkan suatu getaran. Getaran ini yang disebut sebagai gempa. Gempa ini menjadi sesuatu yang sangat penting menjelang terjadinya erupsi.  Aktivitas gempa yang meningkat menjadi tanda penting yang terjadi sebelum gunung mengalami erupsi.
  1. Hewan- hewan yang berada di gunung banyak yang turun
Gunung merupakan salah satu bagian dari permukaan Bumi. Di lereng gunung biasanya kita menemukan banyak tanaman. Hal ini karena lereng gunung biasanya berupa hutan (baca: cara melestarikan hutan). Di hutan tersebut biasanya terdapat banyak binatang liar. Ketika aktivitas magma meningkat karena akan terjadi erupsi, maka suhu di sekitar gunung akan menjadi lebih panas. Hal ini akan membuat binatang menjadi tidak nyaman. Karena merasa tidak nyaman tersebut maka banyak binatang yang turun ke bawah untuk mencari suhu yang lebih dingin. Maka binatang- binatang yang terlihat turun ke bawah ini menjadi salah satu tanda akan terjadinya gunung meletus.
  1. Sering terdengar suara gemuruh
Ciri selanjutnya adalah sering terdengarnya suara gemuruh. Suara gemuruh ini berasal dari meningkatnya aktivitas magma yang semakin aktif dan mendekati permukaan Bumi. Suara gemuruh ini terdengar hingga radius beberapa kilometer. Oleh karena itulah apabila kita mendengar suara gemuruh baik malam maupun siang hari yang mana kira- kira suara tersebut berasal dari gunung, kita perlu mewaspadainya.
Itulah beberapa ciri atau tanda dari gunung berapi yang siap meletus atau siap mengalami erupsi. Tanda- tanda tersebut sangat perlu kita perhatikan pada gunung yang masih aktif karena bisa menjadi peringatan bagi kita semua. Apabilla kita mengetahui tentang keadaan gunung dari jauh- jauh hari maka kita bisa bersiap- siap untuk menghadapi kondisi yang lebih serius.

Penyusun Artikel
Nama Asep Subri
NIM A2.1600024


Sumber :
wikipedia
http://ilmugeografi.com

Perbedaan Antara Flora dan Fauna

Perbedaan Antara Flora dan Fauna

Perbedaan Antara Flora dan Fauna
Kata-kata flora dan fauna banyak digunakan bersama-sama untuk menggambarkan kehidupan tumbuhan dan hewan di suatu wilayah atau daerah.  Kata Flora berasal dari kata Latin Flora yang dianggap putri bunga. Flora adalah kata benda kolektif dan terdiri dari semua tanaman, pohon, jamur dan bakteri yang mungkin ada di tempat pada setiap titik dalam waktu tertentu. Fauna adalah kata yang berasal dari Faunus, dewa Romawi, dan Fauna berarti juga , dewi Romawi bumi dan kesuburan.
Ini adalah kata benda kolektif yang mencakup semua kehidupan hewan di suatu tempat atau daerah pada suatu titik waktu tertentu. Ada banyak perbedaan dalam flora dan fauna berdasarkan tempat bahkan jika dua kata yang digunakan sebagai frase tunggal. Mari kita lihat lebih dekat.
Pertama, dan ini adalah poin penting untuk diingat bahwa flora dan fauna berdasarkan tempat mengacu pada tumbuhan asli dan hewan dari wilayah geografis. Hal lain yang perlu diingat adalah bahwa baik flora dan fauna kata benda kolektif dan bukan salah satu dari jenis tanaman atau hewan, ini adalah tumbuhan atau fauna dari tempat ini.
Tapi Anda bisa menggunakan frase flora dan fauna ketika menggambarkan keragaman kehidupan hewan dan tumbuhan dari daerah tertentu.
Baik flora dan fauna berdasarkan tempat tertentu yang penting untuk sejumlah alasan, sebagian besar dari semuanya untuk alasan ekologi. Untuk keduanya tanaman serta hewan yang asli dari suatu tempat yang mempertahankan keseimbangan ekologi secara halus dan ilmuwan melacak semua spesies untuk melihat apakah ada spesies ini yang menghadapi bahaya kepunahan. Para ilmuwan dan ahli lingkungan kemudian bekerja sama erat untuk merancang metode untuk mengembalikan keseimbangan ekologi yang halus ini.
Ketika kita berbicara flora saja, kita berarti dua hal yang berbeda. Salah satu makna flora berkaitan dengan segala jenis tanaman yang ditemukan di wilayah geografis sedangkan arti lain dari istilah ini berkaitan dengan sebuah buku yang merupakan karya ilmiah yang berisi informasi tentang semua spesies tanaman dari tempat untuk tujuan identifikasi.
Flora bisa asli, flora pertanian, atau gulma. Flora asli tentu saja mengacu pada semua spesies tanaman yang asli dari suatu tempat, mereka bukan yang telah diimpor dan kemudian tumbuh di tempat. Flora Pertanian mengacu pada tanaman yang tumbuh oleh manusia di kebun dan peternakan untuk mereka gunakan. Tumbuhan gulma dianggap tidak berguna oleh manusia dan yang berusaha untuk dihilangkan oleh manusia.
Berbicara tentang fauna, ada banyak subdivisi yang adalah sebagai berikut:
  • infauna mengacu pada spesies hewan yang ditemukan di dalam air. Mereka juga disebut sebagai hewan air.
  • Epifauna adalah kategori sub infauna karena spesies ini hewan air yang ditemukan di dasar laut.
  • Makrofauna adalah organisme kecil yang tidak dapat melewati saringan ukuran 0.5mm. Ini biasanya ditemukan di dalam tanah.
  • Megafauna mengacu pada semua binatang yang hidup di darat
  • Meiofauna adalah organisme invertebrata dan ditemukan baik pada lingkungan air tawar dan laut.
Perbedaan Antara Flora dan Fauna
  • Flora dari suatu tempat mengacu pada kehidupan tanaman dan berisi semua spesies tanaman, termasuk jamur.
  • Kata Flora berasal dari dewi Romawi Flora, dewi bunga
  • Fauna mengacu pada semua spesies hewan yang ditemukan di wilayah geografis
  • Saat berbicara flora dan fauna, hanya spesies asli yang dianggap, bukan mereka yang dibawa dari tempat lain dan tumbuh atau dibesarkan.
  • Herbivora merupakan bagian dari fauna yang bergantung pada flora dan dengan demikian sangat penting untuk melestarikan tumbuhan
  • Ada keseimbangan ekologi halus yang dibentuk oleh flora dan fauna dari suatu tempat
Penulis Artikel
Nama Andana Fratama
NIM A2.1600012

Sumber : 
http://usaha321.net
wikipedia

Perbedaan Bendung dan Bendungan

http://www.nindyakarya.co.id/uploads/tx_rwwallpaper/web-Bendung-Batang-Ilung_-Su.jpg

  • Bendung adalah pembatas yang dibangun melintasi sungai yang dibangun untuk mengubah karakteristik aliran sungai. Dalam banyak kasus, bendung merupakan sebuah kontruksi yang jauh lebih kecil dari bendungan yang menyebabkan air menggenang membentuk kolam tetapi mampu melewati bagian atas bendung. Bendung mengizinkan air meluap melewati bagian atasnya sehingga aliran air tetap ada dan dalam debit yang sama bahkan sebelum sungai dibendung. Bendung bermanfaat untuk mencegah banjir, mengukur debit sungai, dan memperlambat aliran sungai sehingga menjadikan sungai lebih mudah dilalui.Kementrian PU membagi bendung menjadi dua, yaitu bendung tetap dan bendung gerak :
    1. Bendung tetap adalah bangunan yang dipergunakan untuk meninggikan muka air di sungai sampai pada ketinggian yang diperlukan agar air dapat dialirkan ke saluran irigasi dan petak tersier.
    2. Bendung gerak dalah bangunan yang sebagian besar konstruksinya terdiri dari pintu yang dapat digerakan untuk mengatur ketinggian muka air di sungai


    Perhitungan debit secara sederhana yaitu:
    Q = C L {H^n}
    Di mana:
  • Q adalah debit
  • C adalah konstanta bendung
  • L adalah lebar belahan
  • H adalah tinggi air yang melewati belahan
  • n adalah nilai yang bervariasi sesuai struktur (misal 3/2 untuk bendung horisontal, 5/2 untuk belahan berbentuk V)
Ketika digunakan di dalam pengukuran debit, penting untuk diketahui bahwa belahan bendung harus bebas dari karat atau sampah yang menghambat. Kekasaran belahan bendung akan mengakibatkan perhitungan menjadi berbeda dari tabel standar yang telah ditetapkan. Air juga harus dipastikan bebas dari gelembung udara sebelum melewati bendung.
Selain digunakan untuk pengukuran, bendung juga dimanfaatkan untuk mengaliri saluran irigasi. Muka air yang tinggi menyebabkan air dapat mengalir melalui saluran irigasi karena sifat air yang bergerak dari tempat tinggi ke tempat yang rendah.






  • Bendungan atau dam adalah konstruksi yang dibangun untuk menahan laju airmenjadi waduk, danau, atau tempat rekreasi. Seringkali bendungan juga digunakan untuk mengalirkan air ke sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air. Kebanyakan dam juga memiliki bagian yang disebut pintu air untuk membuang air yang tidak diinginkan secara bertahap atau berkelanjutan.Kementerian Pekerjaan Umum Indonesia mendefinisikan bendungan sebagai "bangunan yang berupa tanah, batu, beton, atau pasangan batu yang dibangun selain untuk menahan dan menampung air, dapat juga dibangun untuk menampung limbah tambang atau lumpur."[1]Bendungan (dam) dan bendung (weir) sebenarnya merupakan struktur yang berbeda.[2] Bendung (weir) adalah struktur bendungan berkepala rendah (lowhead dam), yang berfungsi untuk menaikkan muka air, biasanya terdapat di sungai. Air sungai yang permukaannya dinaikkan akan melimpas melalui puncak / mercu bendung (overflow). Dapat digunakan sebagai pengukur kecepatan aliran air di saluran / sungai dan bisa juga sebagai penggerak pengilingan tradisional di negara-negara Eropa. Di negara dengan sungai yang cukup besar dan deras alirannya, serangkaian bendung dapat dioperasikan membentuk suatu sistem transportasi air. Di Indonesia, bendung dapat digunakan untuk irigasi bila misalnya muka air sungai lebih rendah dari muka tanah yang akan diairi.

Penulis Artikel
Nama Andana Fratama
NIM A2.1600012

Sumber : 
http://totowilianto27.blogspot.co.id

Berikut ini 10 Bendungan Terbesar di Indonesia

1. Bendungan Sigura-gura di Sumatera Utara
2. Bendungan Batutegi di Lampung
3. Bendungan Jatiluhur (Ir. H. Juanda) di Jawa Barat
4. Bendungan Gajah mungkur (Wonogiri) di Jawa Tengah
5. Bendungan Karangkates (Ir. Soetami) di Jawa Timur
6. Bendungan Wonorejo di Jawa Timur
7. Bendungan Riam Kanan di Kalimantan Selatan
8. Bendungan Batujai di Nusa Tenggara Barat
9. Bendungan Tilong di Nusa Tenggara Timur
10. Bendungan Bili-Bili di Sulawesi Selatan

Penulis Artikel
Nama Andana Fratama
NIM A2.1600012

Sumber 

USAHA YANG PERLU DILAKUKAN UNTUK MENJAGA KELESTARIAN ALAM

Hasil gambar untuk menjaga kelestarian alam
Alam memiliki kemampuan untuk memberikan kehidupan bagi penduduk dunia. Kemampuan (potensi) yang ada pada alam untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia alam atau natural resources bumi dengan segala isinya yang terkandung di dalmanya disebut pula dengan alam dunia. Bila kita perhatikan alam dunia dapat dikelompokkan atas 5 bagian yang berupa :
a) Atmosfer, lapisan udara yang mengelilingi bumi.
b) Hidrosfer, lapisan air yang ada di bumi berupa laut, danau, sungai, rawa, air tanah, es, dan air di atmosfer.
c) Litosfer, lapisan batuan yang menyusun kulit bumi termasuk di dalam tanah.
d) Biosfer, kehidupan di bumi yang terdiri dari tumbuhan dan binatang.
e) Antroposfer, yaitu manusia (penduduk bumi).
Semua itu merupakan sumber kehidupan bagi manusia kesemuanya memiliki potensi yang saling berkait dalam mendukung kehidupan penduduk dunia yang terus bertambah, potensi alam dunia yang tersedia jumlahnya amat banyak dan beraneka ragam. Mineral, energi, tumbuhan binatang, udara, iklim, air, bentang alam berupa dataran, pegunungan , bahkan gurunpun memiliki potensi untuk mendukung kehidupan penduduk dunia asalkan manusia mampu memanfaatkannya dengan baik.
Tidak semua bagian bumi memiliki potensial sumber daya alam yang sama. semakin banyak sumber daya alam di suatu daerah maka makin banyak yang bisa dimanfaatkan oleh manusia. Sumber daya alam yang ada dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui.
Bumi memang memiliki potensial alam yang besar dan banyak, namun semua itu tidak terlepas dari berbagai permasalahan yang mengancam kelangsungahn dan kelestarian potensi alam ini. Permasalahan itu beraneka ragam mulai dari yang kecil sampai yang besar, dari yang bisa di atasi sampai yang tak terselesaikan.
Tak bisa dipungkiri bahwa semua masalah itu sebenarnya disebabkan dari manusia sendiri. Banyak manusia yang tidak bertanggung jawabmemanfaatkan kekayaan alam secara besar-besaran tanpa memikirkan dampak dan akibatnya yang akhirnya, tentu saja merusak potensi dan ekosistem alam.
Memang ada potensi alam dunia yang bisa digunakan oleh manusia tanpa harus takut potensi alam tersebut akan habis di antaranya adalah air, udara, dan energi matahari. Air bisa memperbaharui sendiri melalui siklus air. Dan potensi alam lain yang bisa diperbaharui namun masih harus lebih teliti dalam pemanfaatannya. Yaitu, hutan, hewan, tumbuhan, tanah, udara, air dan matahari.
Pemanfaatan kekayaan alam yang tidak seimbang telah banyak menimbulkan permasalahan bagi penduduk dunia. Hutan – hutan telah banyak yang gundul akibat penebangan hutan secara terus-menerus diusahakan tanpa adanya usaha pemulihan kesuburan tanah melalui pemupukan. Sumber-sumber mineral telah kering dengan mineral karena sudah terlalu banyak digunakan untuk industri tanpa adanya batas-batas larangan pengambilan.
Namun tentu saja setelah ada masalah tersebuttelah banyak usaha-usaha yang dilakukan untuk menjaga kelestarian potensi alam dunia, yaitu :
a) Meningkatkan pemanfaatan sumber-sumber energi yang tidak akan-akan habis-habis sebagai pengganti minyak bumi atau batu bara, misalnya penggunaan energi sinar matahari, angin, geothermal, tenaga air, pasang air laut, dan sebagainya.
b) Melakukan daur ulang (recylcling), sehingga pengambilan sumber daya alam dapat diperkecil, misalnya daur ulang terhadap barang-barang bekas, seperti besi, alumunium, kertas, plastik, dan lain-lain.
c) Melakukan pengawetan terhadap sumber daya alam berupa kayu. Sebelum digunakan hendaknya diwajibkan untuk diawetkan terlebih dahulu agar daya tahan penggunaan kayu untuk bahan bangunan dapat di hemat karena kayu yang digunakan telah dapat dipakai dipakai dalam jangka waktu yang lebih lama.
1) Pengolahan air limbah dan penretiban pembuangan sampah
Setiap pabrik harus mengolah air limbahnya sebelum dibuang karena limbah pabrik biasanya mengandung zat-zat kimia.
Kebiasaan masayarakat membuang sampah disaluran air, sungai, atau selokan adalah kebiasaan yang harus dirubah. Hal itu perlu dicegah sedini mungkin untuk menghindari terjadinya pencemaran air.
2) Program kali bersih (prokasih)
Program kali bersih mempunyai tujuan utama untuk menurunkan atau mengurangi beban pencemaran perairan sungai, khususnya limbah industri yang banyak mengandung zat-zat kimia beracun.
3) Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS)
Pengelolaan DAS menekankan usaha konservasi pertanian lahan kering, peningkatan pendapatan masyarakat melalui peningkatan lahan kering, peningkatan diluar sector pertanian, perlindungan daerah nonbudi daya, pengembangan irigasi, dan pengendalian bahaya banjir.
4) Pengelolaan lautan dan daerah pesisir.
Usaha mengelola lautan dan daerah peisir hendaknya memperhatikan kebijaksanaan sebagai berikut.
1. Pengelolaan dan pemeliharaan lingkungan laut serta pengaturan antar sector perlu dikembangkan secara koordinatif.
2. Sumber daya alam yang dapat diperbarui hendaknya digunakan secara hati-hati dengan tetap memperhatikan kepentingan generasi mendatang. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui hendaknya digunakan secara rasional.
3. kawasan lindung, kawasan penyangga dan kawasan sumber budi daya sumber alam harus dijaga dan dikendalikan keberadaannya.
5) Pengembangan keanekaragaman hayati
Pengembangan keanekaragaman hayati mencakup usaha pelestarian flora dan fauna langka.
6) Reklamasi dan rehabilitasi lahan kritis
Reklamasi lahan biasanya dilakukan untuk lahan bekas pertambangan. Rehabilitasi mencakup pengerjaan reboisasi, pembuatan sengkedan dan pengendalian peladang berpindah.
Selain kekayaan alam, potensi alam lainnya adalah manusia setiap tahun angka kelahiran dan kematian selalu berbeda. Semakin tinggi tingkat kealahiran maka akan makin banyak jumlah penduduknya tapi, apabila diimbangi antara angka kelahiran dan kematian maka bisa digunakan sebagai salah satu factor pembangunan. Ledakan penduduk yang tidak diimbangi banyak menimbulkan masalah diantaranya :
1) Meningkatnya pengangguran.
2) Lambatnya pertumbuhan ekonomi.
3) Menurunnya kualitas penduduk.
4) Meningkatnya kebutuhan fasilitas kesehatan, sekolah, perumahan, dan lain-lain.
5) Meningkatnya krisis lingkungan.
6) Menyempitnya areal pertanian dan pendapatan rata-rata penduduk relatif rendah.
7) Meningkatnya angka kriminalitas.
Namun pada saat ini sudah banyak usaha yang dilakukan untuk menahan ledakan penduduk yaitu :
a) Menekan angka kelahiran dengan keluarga berencana.
b) Memperluas industrialisasi.
c) Meningkatkan hasil produksi peternakan, pertanian, dan lain-lain.
Itulah usaha – usaha yang sudah dan harus dilakukan oleh manusia untuk menjaga kelestarian potensi alam dunia.
SARAN
Kami selaku pelajar yang cinta kepada alam dan potensi alam dunia tentu saja kami ingin turut serta dalam menjaga kelestarian alam dunia.
Telah banyak usaha yang dicanangkan untuk menjaga kelestarian potensi alam dunia, walaupun tidak dilakukan. Jadi, saran kami antara lain :
a) Adanya kerja sama antara pemerintah dengan para element masyarakat.
b) Mengawasi dana yang dikucurkan untuk pelestarian potensi alam dunia.
c) Melakukan pelestarian potensi alam dunia secara konsisten dan terarah.
d) Memilih orang-orang yang jujur, professional dan berpengalaman dalam melaksanakan tugas pelestarian alam.
e) Setiap usaha yang dicanangkan sebaiknya segera direalisasikan agar cepat terlihat hasilnya.
f) Potensi sumber daya alam dunia yang telah dimanfaatkan sebaiknya dapat dirasakan oleh semua masyarakat secara merata.

Penulis Artikel
Nama Andana Fratama
NIM A2.1600012

Sumber :
wikipedia
Republika

Cara Merawat Tanaman dengan Baik

Cara Merawat tanaman pada pot sendiri memiliki aturan-aturan tertentu dan tidak asal-asalan, Sebenarnya cara merawatnya pun tidak sulit hanya saja harus memiliki ketelatenan yang cukup agar tanaman yang kita tanam dan rawat tetap tumbuh dengan baik dan benar.

Tanaman juga butuh perawatan agar selalu tumbuh dengan segar. Dalam merawat tanaman buah dalam pot harus memerhatikan beberapa faktor. Seperti penyiraman di musim kemarau sangat diperlukan. Karena jika memakai air PAM, yang biasanya mengandung kaporit, sebaiknya endapkan dulu semalam dan esoknya baru disiramkan.Usahakan benar-benar jangan sampai air siraman menggenang lebih dari 12 jam.

 Tanaman sangat tergantung pada penyiraman, khususnya tanaman dalam pot. Apabila penyiraman terlambat, maka tanaman akan cepat layu dan akhirnya mati karena penguapan dari sel-sel di dalam tanaman. Sedangkan jika kelebihan penyiraman akan tidak baik juga, karena dapat menyebabkan akar tidak dapat bernapas dan menjadi busuk.

 Berbeda halnya apabila kita menanam tanaman langsung di tanah terbuka, meskipun kekurangan air masih dapat bertahan sebab dalam tanah masih banyak cadangan makanan dan air.

Cara Merawat Tanaman




Penyiraman Tanaman 



Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari. Ketika menyiram tanaman, usahakan mengenai semua bagian tanaman, terutama daun-daunnya. Hal ini supaya tanaman kelihatan segar, dan sebaiknya menggunakan semprotan agar air yang mengenai tanaman dapat berupa butiran-butiran halus yang tidak merusak tanaman. Bila tanaman diletakan di dalam ruangan tanaman tidak memmerlukan banyak air sebab di dalam ruangan penguapannya sedikit dan bila diletakan di luar ruangan banyak memerlukan air sebab di luar banyak terjadi penguapan.

Pemupukan 


Pada Tanaman Berhubung setiap tanaman membutuhkan unsur hara yang berbeda-beda antara jenis tanaman satu dengan yang lain maka dosis pemberian pupuk pun berbeda-beda. Sesuaikan pemberian pupuk menurut dosis yang telah ditentukan pada kemasan pupuk yang ada. 

 Tanaman Harus Tetap Sehat


Tanaman yang di letakkan di ruangan, sebaiknya setiap 2 atau 3 minggu sekali dikeluarkan, sebab tanaman juga butuh menghirup udara yang segar dan letak pada tempat yang posisinya terkena sinar matahari. Tanaman dan lingkungan sekitarnya harus tetap bersih, bekas penyiraman atau pemupukan jangan berserakan, karena hal itu dapat mengundang penyakit. 


 Hama dan Penyakit Hama : kutu daun, ulat, thrips, lalat putih, dan jamur 


  •  Ulat, tanda-tandanya daun berlubang dan banyak kotoran ulat disekitarnya. Cara mengatasinya, musnahkan ulat dan bersihkan tanaman dari gulma-gulma yang dapat mengundang ulat. 

  • Kutu Daun, tanda-tandanya tanaman menjadi kerdil, daunnya kering atau menggulung, daun dan batangnya lemah. Cara mengatasinya, singkirkan tanaman supaya tidak menyerang tanaman lain, bersihkan daunnya dengan air hangat seminggu sekali dan semprot dengan obat yang sesuai dengan jenis tanaman dan takaran. 

  • Thrips, tanda-tandanya tanaman akan mengalami kegagalan dalam membentuk bunga dan akhirnya rontok, bercak-bercak pada daun, serta daun melepuh kemudian rontok. Cara mengatasinya, tanaman bersihkan dengan air hangat, kemudian semprot daerah yang terkena hama dengan dengan obat yang sesuai dengan jenisnya seminggu sekali. 

  • Lalat Putih, tanda-tandanya permukaan baigian tas dan belakang menjadi hitam dan terdapat kerumunan semut. Lalat ini meletakan telurnya diprtmukaan bawah daun. Cara mengatasinya, semut dimusnahkan, kemudian tanaman dibersihkan dengan air sabun atau air hangat dan disemprot dengan obat yang sesuai. 

  • Jamur, tanda-tandanya tanaman kelihatan layu, mahkota rontok, pucuk daun keriting, serta tangkai dan akar membusuk. Cara mengatasinya, bagian-bagian yang rusak dibuang, kemudian media tanam diganti dengan komposisi yang tepat, dan disemprot dengan obat yang sesuai dengan dengan tanaman.  

Pemangkasan


 Manfaat pemangkasan bagi tanaman hias sangat banyak sekali dampaknya, diantaranya yaitu: Agar cabang tanaman beraturan sehingga mempercantik penampilan tanaman. Pertumbuhan batang dan bunga akan terlihat kompak. Dapat memicu munculnya bunga-bunga baru sehingga meningkatkan pesona tanaman. Agar terhindar dari hama dan penyakit, karena dapat memutus siklus hama. 

 Repotting


Repotting adalah penggantian media tanam, hal ini dilakukan tentunya pada media tanam yang ada di dalam pot karena apabila tidak diganti maka pertumbuhan tanam akan terhambat. Hal itu disebabkan karena kedia tanam sudah terlalu masam atau akarnya yang sudah memenuhi pot. Penggantian media tanam untuk tanaman tahunan dilakukan 9-12 bulan sekali, sedangkan untuk tanaman musiman dilakukan 3-4 bulan sekali. Waktu penggantian media tanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari, apabila siang hari lakukan ditempat yang teduh. 

Penulis Artikel
Nama Andana Fratama
NIM A2.1600012

Sumber : 
wikipedia ID
http://www.kabarpintar.com
 

Copyright © Alamiah Science STMIK. Template created by Volverene from Templates Block
WP by Simply WP | Solitaire Online